Jumat, 05 Desember 2014

Mawar-ku 🌹🌹 part II

Banyak pertanyaan yang muncul di otakku. Apakah orang yang setiap harinya mengirim mawar kerumahku adalah Reza??
Tapi apa maksut reza mengirim mawar mawar itu?
Lalu kenapa foto foto ini ada di kamar reza?
Seketika aku melihat sudut kamar reza,terdapat box kecil yang bertuliskan namaku.
"For you,Rini kasandra putri"
-apa ini!!!!!!!!!!-
Tanpa izin ,kubuka box ini.
Di dalamnya bnyak taburan bunga mawar yang masih fresh,nampaknya reza baru menaruhnya .
Di antara taburan kelopak mawar itu ada foto foto masa kecil aku dan reza,lalu ada sebuah amplop kecil berisikan surat.
Kubuka amplop pink itu,dan kubaca isi surat yang ada di dalamnya.
"Wahai mawarku yang merah merona,wahai mawar yang paling indah. Tak terasa aku sudah bersamamu sekian tahun lamanya..
Aku hanya mampu melindungimu dari mawar mawar lain,aku hanya mampu merawatmu dari orang orang yang ingin memilikimu. Kamu mawar yang cantik rini,aku tak mau ada yang memilikimu. Itu sebabnya hanya aku yang boleh merawatmu.
Wangimu yang abadi ingin selalu aku berada disampingmu.
Entahlah kamu akan berfikir apa ketika kamu membaca surat ini.
Bagiku cukup sudah kuberdiam diri dalam kebahagiaan kita.
Aku ingin kita berdua lebih bahagia jika bersama. Aku menyayangimu,mencintaimu lebih dari yang kamu tau.
Setelah kamu membaca surat ini lihatlah sudut tembok di samping lemari itu."
Seketika aku langsung melihat dan mecari lemari yang reza maksut,mataku langsung tersorot ke sudut tembok.
Ada tempelan kelopak bunga mawar dan tulisan " Rini,maukah kamu menjadi kekasihku ,bersamaku,selamanya? "
Sumpahhh reza kenapa kamu membuat ini semua.
Air mata menetes dari mataku,tak sadar. Entah rasa ini bagaimana....
Terdengar suara dari balik pintu kamar reza.
Reza berdiri di balik pintu.
Aku beranjak berdiri dan berlari memeluk reza.
Kupeluk dia erat dan aku berkata padanya.
"Terimakasih kamu sudah mau merawatku,melindungiku. Aku mau kamu terus seperti itu. Bersamaku,selamanya"
Rasa bahagia ,haru bersatu padu dalam benakku.
"Aku tau kamu akan segera mengetahui teka teki ini,aku tau kamu akan diam diam masuk ke kamarku dan melihat se isi kamarku.
Aku tau kamu akan berkata seperti itu.
Tetap menjadi mawar-ku rini".
Momen itu tidak akan pernah aku lupakan.
2 tahun menjalin hubungan dengannya semuanya sungguh terasa indah.
Bnyak kejutan kejutan romantis yang selalu reza berikan untukku.
Aku suka cara reza membahagiakan aku.
Rezaku masih sama seperti yang dulu. Sahabat kecilku yang selalu ada untukku.
Namun kini dia seutuhnya milikku.
Kedua orangtua kami sangat menyetujui hubungan ini.
Aku bahagia sekali diberikan kehidupan sebahagia dan sesempurna ini.
Rasanya ingin hidup beribu tahun lamanya.
Tentunya bersama reza.
Minggu depan aku dan reza berencana akan berlibur ke pulau bunaken di indonesia.
Aku sibuk kesana kesini mempersiapkan segala sesuatu yang akan dibawa untuk liburan.
Sementara reza,ya.. Reza masih sibuk dengak aktifitasnya di kampus.
Maklumlah,dia artis kampus dan sibuk ikut organisasi ini itu.
Jadi aku semua yang akan mengurus keperluan dia juga.
Sehari sebelum keberangkatan reza masih sibuk saja dengan urusannya.
Kesel sih,tapi aku mau gimana lagi. Aku gak bisa larang larang dia.
Seharian ini reza belum menghubungi ku,reza juga belum memberi tahuku kita akan berangkat jam berapa dan naik apa.
Ku ketik pesan untuk reza lewat handphoneku.
"Sayang,kamu lagi dimana? Cepet pulang. Oia besok kita jadi berlibur kan? Mau berangkat jam berapa?".
Satu jam,dua jam aku menunggu balasan pesannya.
Namun tak ada balasan juga.
Ini sudah pukul 09.00 malam.
Aku meneleponnya,namun nomernya dialihkan.
Ini aneh banget. Apa yang terjadi dengan reza ya???
Kucoba untuk menghubungi orang rumahnya. Siapa tau reza sudah berada dirumah dan mungkin ketiduran.
"Asslamuakaikum,ini Rini"
"waalaikumsalam,iya ini tante rin. Ada apa sayang tlp kerumah malem malem gini?" Jawab ibu reza dari balik telepon.
"Iya tante,maaf ganggu malem malem. Mau tanya aja reza ada dirumah tan?"tanyaku pada ibu reza.
"Lohhh tadi reza udah pulang kerumah,lalu pergi lagi. Katanya mau makan malem diluar sama rini. Gak jadi?".
"Hah makan malem??? Reza gak ada ngomong kerini apa apa tante. Tadi rini coba sms reza juga gak ada balesan. Makanya rini telepon kerumah". Jawabku penuh pilu.
"Wahhhh... Anak itu bohong sama tante ya...."
"Yaudahdeh tante rini mau tanya itu aja. Makasih dan maaf ya tante"
"Iya sayang gapapa. Maafin reza juga ya" jawab ibunya.
"Iya tante assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" . Seraya menutup telepon.
Rasa heran dan kesal menggerayangi pikiranku. Kemana reza pergi sampai tengah malam ini?? Bersama siapa dia pergi?
Dan kenapa dia harus membohongi ibunya dan tidak mengabari aku......

Rabu, 03 Desember 2014

Mawar-ku 🌹

Aku duduk terdiam di depan teras rumah ku. Hari ini nampaknya akan hujan deras,aku sengaja duduk diluar menghadap taman sambil menikmati cuaca mendung ini.
Ku teteskan air mata tanpa terasa,kadang aku berfikir ini hidup ku atau ini hanya mimpi buruk belaka.
Teringat semua kejadian saat itu..
Tak terasa aku baru saja merayakan hari jadianku bersama reza.
Reza Adi Pratama dia adalah pacar ku selama 6 bulan ini.
Kita satu kampus,dengan jurusan yang berbeda.
Dia arsitektur,dan aku sastra indonesia.
Aku mengenalnya sejak kecil...
Yaa.... Kita berdua sebelumnya sudah bersahabat dari kecil,kebetulan Ayah Reza seorang Pilot dan ayahku Kopilotnya... Wajar saja jika aku dan reza sudah saling kenal dari kecil.
Dan jika kalian bertanya kenapa aku dan reza bisa jadian ,dan jadiannya sekarang.
Aku harus menjawabnya sangat panjang..
Dari mulai aku SD,SMP,SMA aku gak pernah kepikiran untuk bisa pacaran sama dia. Entah kenapa ,aku lebih menganggap dia sebagai kakak laki laki ku. Ya,aku adalah anak satu satunya,jadi gak pernah ngerasain namanya punya kakak ataupun adik. Cuma reza yang aku anggap semuanya. Aku mau apa nyuruhnya dia,aku di labrak kaka kelas dia yang belain aku,aku blm ngerjain PR dia yang bantuin aku...
Yaaaaa dia itu segalanya dehhhh
Sampai pada akhirnya reza mengirimkan satu paket bunga mawar setiap hari kerumahku. 

Awalnya aku gak tau siapa pengirim bunga itu. Aku heran knp ada orang yang bisa tau kalo aku suka banget dengan bunga mawar.
Dan hampir tiap hari kiriman paket bunga mawar itu datang disetiap aku pulang kuliah.
Sampai pada akhirnya aku bilang tentang hal itu pada reza.
"Zaaaa,masa ada orang yang tiap hari ngirimin aku paketan bunga mawar kerumah. Tapi dia gak mau nyantumin nama zaa" ceritaku padanya..
"Oh yaaa???? Wahhhh keren tuh oran rinnn. Bisa tau kesukaan kamu mawar,dan ngiriminnya tiap hari lagi. Fans berat kamu rinn!!" Jawab reza.
"Ahhhh apaan ngefans sama aku,lebay banget tuh orangg za" sahut aku.
"Hehhh hargain usaha dan pemberian orang,gak boleh kaya gitu. Kalo ternyata yang ngirim bunga itu cowo dan cowo itu orang yang suka sama kamu gmn? Kamu mau terima?" 
"Yaaa aku pikir pikir dulu lah zaa,aku kenalin dulu ke kamu. Aku liat dulu usaha dia gmn ke aku. Terus menurut kamu cowo itu gimana. Pokonya kamu harus kasih nilai untuk aku zaa!" Jawab ku.
"Hahahha ngapain pake nanya sama aku,emang aku guru BP hahahahaha! Udah yuk cabut udah mau ujan" -
Begitulah percakapan kita selama di kantin tadi
Sesampainya aku dirumah ,aku langsung duduk di depan teras rumah sambil menikmati langit yang mendung ini.
Sambi memegang bunga bunga mawar yang mulai layu. Aku berfikir dan masih penasaran kira kira apa maksut dari si pengirim bunga ini.
Sampai hujan pun mulai turun aku segera masuk kedalam rumah seraya menyelamatkan mawar mawar ini.
Esoknya hari aku libur kuliah,tapi reza masuk.
Rencananya sih aku sengaja mau main kerumah reza diam diam . Mau kasih kejutan aja.
Biar kalo dia pulang kuliah terus kaget liat aku ada di dalam rumahnya.
Sesampainya aku dirumah reza ,aku di sambut hangat oleh mamahnya.
Mamahnya baik banget sama aku,aku disuruh langsung masuk dalam rumah.
Disitu aku diajak mamahnya masak bareng,terus masakin makanan kesukaannya reza.
Makanan sudah matang aku minta izin ke mamahnya untuk naro makanan ini ke kamar reza,dan mamahnya mengizinkan aku.
Aku masuk ke dalam kamar reza untuk pertama kalinya.
Kamar yang sangat rapih dan wangi untuk pria seusia dia.
Sprai bergambar team bola kesayanannya,gitar yang digantung rapih di temboknya..dannnn
Figura figura kecil berisi foto aku bersamanya... Dannnn entah kenapa foto foto ku bnyak sekali yang dia tempel di dinding rumahnya.
Aku baru melihatnya,sungguh aku baru tau selama ini..
Kulihat lebih dekat...
Bnyak foto fotoku hasil paparazi dia yang dia cetak.
Aku seneng banget sih reza sebegininya sama aku,tapi aku agak curiga...
Kutaro makanan ini di atas meja ,tak sengaja aku melihat ada bnyak kertas kwitansi dari toko bunga.
Kulihat jumlahnya dan kulihat pesanannya semuanya bunga mawar,dan toko bunga ini sama dengan toko bunga yang selalu mengirimkan paketan mawar kerumahku.....

Sabtu, 30 Agustus 2014

Pelangi di balik hujan 🌈

Tiada kata paling indah ketika aku melihat di depan cermin . Melihat diriku sendiri,dapat tersenyum kembali. Melewati hari hari yang dipenuhi hujan deras sebelumnya,memang tidak mudah.
Entahlah.... Saat itu rasanya aku tidak ingin melangkahkan kaki sedikitpun untuk beraktivitas di luar. Aku takut dan sungguh aku tak sanggup.
Ini cukup ambigu bagiku. Takut yang kurasa bukan hanya takut badai di luar,banyak hal. Ya... Sangat banyak
Namun,Tuhan punya jalan. Tuhan punya rencana di balik badai yang turun.
Kucoba melangkahkan kakiku keluar rumah,bermodalkan sebuah payung plastik berwarna putih,dengan sendal jepit yang kupakai terendam banjir.
Aku mencari tempat sembunyi,menyelamatkan diri.
Sambil berdoa di tengah hujan yang turun.
"Tuhan.... Selamatkan aku,tunjukkan pelangi mu"
Wahai Tuhan maha pengabul segala doa.
Seorang pria gagah berlari untuk menyelamatkan ku. Di balik bajunya yang basah kuyup,dia Ayahku.
Hari itu.... Setelah sekian lama aku tak bertemu. Dia datang menyelamatkan ku,entah apa maksut Tuhan menghadirkan sosok ayahku disaat aku butuh bantuan . Disaat aku butuh pelukan.
Aku sudah lama hidup sendiri, semenjak aku melarikan diri. 
Ayah dan ibu tak menyadari.
Aku bersalah....
Akulah penyebab badai hujan ini.
Dan kini Kau hadirkan pelangi.
Aku tau maksut semua ini...
Engkau mau hidupku lebih berwarna warni.
Kau hadirkan dia,agar aku tak sendiri.
Agar badai ini cepat berakhir.
Wahai pelangi..... 
Tetaplah bersinar dan abadi 🌈

Senin, 07 Juli 2014

Hujan - III

Mata pelajaran pertama sudah dimulai . Urusan ku dengan Yogi belum selesai. Otakku terus memikirkan bagaimana cara agar aku dapat bertemu dengannya ,menyapanya,dannnn ya paling tidak aku ingin berterimakasih dengannya .
Namun seketika aku melihat kokong bangku ku,ada sesuatu yang aneh . Ada sehelai pita merah ,cukup panjang, dan di ujungnya bertuliska huruf "YD" . Aku fikir ini pita punya teman sekelas ku . Berhubung,dikelas aku orang yang paling diam dan jarang bersosialisasi dengan teman teman di kelas . Apapun yang aku rasakan atau keluhkan tidak pernah aku ceritakan . Namun soal pita ini,aku bingung . Di kelasku tidak ada yang bernama YD . Adapun satu wanita yang bernama yesi a .
" Yesicaa,ini pita punya kamu? "
" bukan tuh " jawab yesicca dengan ketus .
Yahhh,mungkin teman teman kelasku malas untuk berbicara dengan orang aneh seperti aku . Biarlah ,ini hidupku . Untuk apa aku pedulikan mereka yang tidak menyukaiku.
"Teettttttttttttttttt"
Jam istirahat berbunyi ,aku keluar dari kelas . Niat ku mau ke perpustakaan ,duduk di pojok meja sendiri sambil menulis karyaku .
Namun,,, di ujung pintu kelasku ada pita merah yang sama dengan aku temukan di kolong mejaku . Ku ambil pita itu ,dengan inisial yang sama . Ujung pita itu terdapat tulisan "YD" .
Rasa penasaran ku semakin menjadi , ini pasti ada yang sengaja menaruhnya.
Aku lanjut jalan menuju perpustakaan sambil membawa pita merah ini .
Sampi di tangga aku melihat pita merah lagi di bawah pojok dekata pot bunga. 
Yaaa,masih dengan inisial yang sama .
Selama aku berjalan,aku berfikir dan terus berfikir apakah YD itu Yogie Danurahardja???  Namun apa niatnya membuat tebak tebakkan pita seperti ini. Ini bukan mimpikan ??? Ini bukan cerita karangan yang aku buatkan ? Rasanya aku tidak percaya sih .
Sampai di depan pintu perpustakaan . Aku masuk,di dalam perpus hanya ada 2 orang penjaga perpus dan 3 murid yang sedang berkunjung .
Saat menuju meja favoritku di ujung ruangan, di kolongnya ada pita merah lagi .
Tetapi ujungnya ada tulisan . 14.00 halte sekolah .
Apa maksut dari tulisan ini ???
Kali ini aku yakin dengan seyakin yakinnya .
Bahwa pita merah ini di taro sengaja untuk aku ,ada maksut dari setiap pita yang ditaro .
Aku masih menebak nebak saja ,siapa yang membuat teka teki ini .

Senin, 09 Juni 2014

Hujan - 2

Esoknya,di dalam kelas . Aku duduk sendiri di bangku kelas ku. Ruang ini masih sepi . Masih kosong ,dan jam ditangan ku masih menunjukkan pukul 6 pagi .
Gerbang sekolah memang sudah di buka,aku sengaja berangkat sepagi ini. Satu jam sebelum bell masuk . Sekiranya waktu ini cukup untuk mencari tau siapa pria songong kemarin yang merapihkan cerpenku. Setidaknya agar aku tau namanya,kelasnya, dannn ... Ya entahlah informasi apa yang bisa kudapat tetangnya .
Aku mulai mencari tau daftar nama murid di sekolahan ini lewat foto foto yang tertempel di album sekolah .
Jadi di sekolahan ku ini,setiap siswa yang masuk wajib foto dan masuk daftar album sekolahan .
Ku lihat,ku cari satu persatu dari setiap foto. Mulai dari atas hingga bawah,halaman berikutnya ,berikutnya . Dannnnnnnnn
Yaaaaaa aku melihatnya . Wajahnya sama ,muka songong itu dengan potongan rambut yaa mungkin terlihat sedikit lebih rapih dari pada yang sekarang . Ku baca namanya . Yogi Danurahardja angkatan 2009 . Alamat : simpang tiga kampung rambutan . Yaaa,aku sudah mengatahui namanya,selanjutnya aku harus tau kelasnya .

Entah mengapa rasa penasaran ku ini semakin menjadi akan sosoknya .
Jujur saja , dari awal aku bertemu dengannya . Yang awalnya aku kesal dan tidak ingin lagi bertemu dengannya . Entah mengapa kini menjadi kebalikannya . Aku malah berfikir untuk dapat bertemu dengan sosoknya ,lalu aku panggil namanya. Aku ingin berterimakasih padanya . Yahhh entah lahhh aku jadi ingin mengenal sosoknya .
Ku rasa dia tak seburuk yang ku kira ,dan kurasa dia pria yang berbeda.
Jelas saja berbeda . Selama aku bersekolah disini ,pria yang mau menghampiri wanita pendiam dan aneh seperti aku itu hanya dia .

Bell masuk sekolah sudah berbunyi , aku harus cepat cepat masuk ke dalam kelas . Karena jam pelajaran pertama akan segera dimulai.
Aku berlari di koridor bawah ,sedangkan kelas ku di koridor atas . 
"Hayyyyyy"
Ada yang teriak dari kelas atas,se akan akan menyapa ku . Ku lihat ke arah suara itu.
Kamu tau siapa yang menyapuku???
Ahhhhh ternyata guru yang akan mengajar di kelasku .
Ku fikir ada Yogi yang menyapa dan melihatku .
Ehhh,tapi kenapa aku harus mengaharapkan Yogi yang menyapa????
Ahhh sudahlah.

Jumat, 16 Mei 2014

Hujan - 1

Hujan turun,begitu derasnya.
Tak sempat untukku berlindung ,berteduh dari derai air ini. Tak sempat untukku menyimpan semua kertas kertas yang kubawa ditangan ini.
Basah,sobek dan entahlahhhh bagaimana caraku untuk menyelamatkan kertasa kertas cerpen hasil karya ku ini .
Kesal memang, namun siapa yang harus aku salahkan? Hujan? Hujan tak tau apa apa soal cerpen ini. Hujan tak tau apa apa,bagaimana cara dan perjuanganku menulis cerpen ini .
"Heyy hujan!!! Aku susah payah menulis cerpen ini dengan tulisan ku sendiri, dengan imajinasiku sendiri! Pagi malam aku sempatkan untuk menulisnya,dengan gampangnya kamu menghapus dan merusak tulisan ku dengan sekejap saja" keluh ku 
Sambil menangis aku membereskan kertas kertasku yang sobek di halte depan sekolahku . Ini pukul 6 sore ,halte sekolah sudah sepi dari murid murid . Hujan deras membuat halte ini satu satunya tempat untuk berteduh . Aku masih berada disekolah hingga jam segini karena aku baru saja membereskan karya tulisku ini ,aku senang sendiri . Bagiku sendiri aku merasa nyaman,aku bisa menghasilkan ide ide baru untuk aku tulis dan aku jadikan cerita .

Masih di halte dan ditemani hujan yang tak kunjung reda , tiba tiba ada seorang pria . Dia masih berseragam sekolah,dan yang ku tahu dia satu sekolahan dengan ku .
Tiba tiba dia menghampiriku , dia mengambil sobekan sobekan kertas basah yang aku kumpulkan .
" lu ngambilin apaan sih??? Kertas udah sobek ya dibuang aja. Bisa balik lagi kaya awal apah? Enggak kan?" Dengan se enaknya dia membuang kertas kertasku.
" eh lu jangan sembarangan buang kertas gue " dengan air mata yang masih mengalir,aku ambil lagi kertas kertas itu .
" ihh cewek lebay,kertas begitu aja di tangisin "
" urusan gue,lo gak perlu ikut campur! Sok kenal banget sih "
" gue kenal lo lah , lo cewek lebay ".
Mendengar ucapannya , membuat aku semakin muak melihat wajahnya . 
Ku hempaskan kertas kertas basah ini ke arah wajahnya,dan kutinggal pergi .
Melihat aku yang marah mungkin dia merasa menyesal ,dan tak marah sedikitpun ketika aku menghempaskan kertas itu ke wajahnya.
" sialan nih cewek "
Ucapnya.

Esoknya langit terlihat cerah , aku mengulang tulisan cerpen ku kemarin yang rusak . Ku tulis kata demi kata dari awal .
Dan masih teringat jelas kejadian kemarin sore .
Aku merasa sangat sial. Apalagi bertemu pria itu .
Rasanya sangat muak! Dan aku berharap gak akan pernah bertemu lagi dengan pria songong itu .
Namun harapan tak sesuai kenyataan . Pria itu,pria songong itu datang .
Di depanku , dia berdiri di depan meja ku . Dia datang dan menghempaskan kertas kertas cerpenku yang rusak di atas meja .
"Nih kertas berharga lo!" 
Saat itu aku tak bisa berkutik apa -apa ,melihat susunan kertas dengan banyak lakban . Dia susun kembali kertas kertas itu,yang kemarin basah,yang kemarin sobek.
Cerpen ku kembali , dia kembalikan hasil karya ku ,dengan susunan cerita yang tepat . Dengan tempelen lakban yang rapih .
Diluar dugaan dan perkiraan ku,pria songong ini menyusun ceritaku persis seperti aslinya.

Selasa, 22 April 2014

Penyesalan

Dering alarm pagi ini tidak bermanfaat bagiku . Jelas saja , semalaman aku tidak tidur . Entah kenapa . 
Semalaman aku hanya duduk , tidur tiduran mengusik ngusik selimut. Play lagu lagu, yah lagu lagu yang slow melow dan sebagainya .
Kamu tau kenapa aku seperti ini? Entahlah... 
Aku gundah..
Dengan diam , melamun dan menghayati setiap bait liryc lagu yang aku putar . Sungguh ini seperti bagian drama di serial korea.Tapi aku tidak sedang drama . Ini bawaan dari isi hati dan pikiranku.
Sebelum aku cerita panjang , kalian harus tau kenapa aku seperti ini .
Yahhh.... Tepat 6 bulan hari ini aku menjauh, aku pergi dari wanita yang sebelumnya sangat aku cintai. 
Dia mantan pacar ku, namanya gina .
Dan aku Eza , entah kenapa sifatku kini jadi sedikit melow, harusnya kan yang kaya gini biasanya para wanita .
Gak bisa di pungkirin emang , cowok juga punya hati nurani . Gak munafik juga seorang cowok itu bisa patah hati atau bisa dibilang galau.
Kalian perlu tau juga , alasan ku untuk menjauh dari gina apa .

Gina seorang wanita cantik , pintar, cerewet, super sibuk, overprotective . Dannnnnn aku bicara memang apa adanya .
Aku tidak mengurangi dan melebih lebihkan sosoknya .
Walaupun kini dia sudah jauh dariku, aku tidak pernah bermaksut untuk menjelek jelekannya . Bagiku Gina wanita yang sempurna . Soal cerewet overprotectiv semua cewek aku rasa seperti itu .
Aku dan gina dekat mulai dari jaman kita masih duduk di bangku SMA . Aku mengenalnya ketika Gina baru masuk di SMA Harapan Jaya Jakarta , ya ini sekolahku juga . Aku baru kelas 11 . Yahhhh , aku kakak kelas Gina , aku melihat sosok Gina pertama kali saat upacara bendera . Gina tampil maju ke tengah podium sebagai murid berprestasi . Gak nyangka , baru juga masuk sekolah , dia udah berprestasi bawa nama baik sekolah . Salut...
Mulai dari situlah aku tertarik padanya .
Gina cewek yang pintar , cantik, multitalenta . Dia pandai berolahraga, apa lagi renang . Wajar kalo baru masuk sekolah saja dia sudah dibanggakan .

Beres upacara , aku iseng tuh jalan jalan mengelilingi koridor kelas 10. Ya niatnya, nyari kelas gina dimana . Hehe
Ehhhhh, gak sengaja aku ketemu langsung dengan Gina di pojok koridor kelas , Gina baru keluar dari ruangan kepala sekolah tepatnya di depan koridor kita bertemu .
Sengaja saja aku senggol dia .
" ihh, nyantai dong kalo jalan " sewot Gina .
" ya sorry kali , gak sengaja "
Hahaaahahahahhahaha
Lucu banget sih dia , cantik cantik galak amat .
Mulai dari situ , rasa suka aku pada Gina muncul .
Seiring berjalannya waktu aku mengenal dia satu sama lain .
Kita jadi sering jalan bareng , pergi dan pulang sekolah bareng . Sampai akhirnya , aku memberanikan diri mengutarakan perasaan aku ke Gina di depan kelasnya . Kebayang dong ada berapa pasang mata yang melihat .
Ya itu tantangan Gina buatku kalo memang aku mencintainya .
Bagiku hal itu mudah saja di lakukan, aku memang mencintainya aku memang menyukainya .
Yang tidak mudah itu , kalau aku sudah mengutarakan perasaanku di depan teman temannya dan Gina menolak ku begitu saja , mau taro dimana muka ini ?????!

Dan kalian tau jawaban Gina apa ?
"Yah oke" .
Udah gitu aja Gin????? Ya Tuhan aku sampe keringet dingin gemeter nahan malu gini lu cuma ngomong YAH OKE ? Udah gitu aja Gin ????????????
YAUDAH GIN YAUDAH KALO GITU . TERIMA KASIH BANYAK GINA JAWABANNYA.
Langsung aku balik arah ninggalin kelas Gina . Nenangin diri di WC guru .
Iya sku sengaja ngumpet di WC guru biar gak ada temen temen yang liat muka sku lagi nahan rasa malu dan kecewa .
Eh tiba tiba ada suara orang yang masuk , aku pikir ada guru yang mau pake WC ini juga .
Kalian tau siapa yang masuk ?
Dia Gina .
"Eh Gin, ada elu?"
"Iya , gue tau lu pasti kesini . Jadi gue samperin aja"
"Hehe"
"Soal tadi..."
"'Maaf Gin soal tadi , gue cuma buat malu elu yah"
"Eh enggak, soal tadi... Lu berhasil jawab tantangan gue . Dan gue mau terusin jawaban gue yang tadi"
"Jawaban yang mana???" Sungguh deg degan banget pas gina ngomongin hal ini .
" Yah oke , gina mau jadi pacar kamu . Gina juga suka kamu "
Terus gina keluar gitu aja ninggalin aku sambil senyum senyum gitu .
Ini rasanya bahagia , lega , mau loncat loncat sungguh . Aku pikir dia gak akan mau hahahahahaha


1 bulan menjalin hubungan dengannya rasanya tiap hari maunya bareng dia terus .
2 bulan 3 bulan rasanya bahagia terus .
Sampai akhirnya aku dan gina menjalin hubungan masuk tahun ke 3 . Gak kerasa emang , sekarang aku sudah kuliah di salah satu universitas swasta di Jakarta . Sedangkan Gina lagi sibuk sibuknya mempersiapkan kuliahnya di Jerman .
Gina mau meneruskan sekolah dan karirnya di sana .
Aku dan dia akan pisah , mau gak mau . Itu semua permintaan Gina dan orang tuanya .
Sungguh berat rasanya kalau aku dan gina harus menjalin hubungan jarak jauh .
Yang biasanya selalu ketemu , tiap hari bisa main nonton bareng di rumah Gina .
Tiap pagi Gina nyiapin sarapan yang dia buat sendiri buat aku .
Kalo aku sakit atau Gina sakit kita berdua selalu ada mendampingi satu sama lain , tapi kalo Gina di Jerman apa bisa kita seperti itu lagi ????
Gina hanya bisa meyakinkan aku , kalaupun kita dipisahkan oleh jarak , hati kita akan selalu dekat .
Ya sebulan sekali setiap ada libur Gina akan pulang ke Indonesia . Itu ucap dan janjinya padaku .
Entahlah aku sedikit ragu , aku mencoba untuk menjalaninya dahulu.
Kini aku dan Gina saling berjauhan , bermodalkan hanphone kita berdua saling berkomunikasi . Itupun mulai jarang , karena Gina sangat sibuk disana , ditambah perbedaan waktu siang dan malam antar aku dan dia .
Aku mulai menyibukkan diri di kampus , ikut organisasi sana sini . Ikut ngumpul bareng main bareng temen temen . Ya fungsinya mengisi waktu kosongku saja .
Tak terasa 2 bulan sudah aku di tinggal Gina , entah mengapa aku mulai tebiasa tanpanya . Ya walaupun komunikasi aku dan dia masih lancar .
Aku mulai suka dengan aktivitasku di kampus , ditambah teman teman yang super asik menurutku .
Aku banyak cerita tentang kegiatan ku sehari hari ke Gina .
Entah kenapa Gina jadi tidak suka melihat aku yang mulai sibuk dengan teman temanku di kampus .
Kata dia aku hanya membuang buang waktu , Gina bilang dia hanya iri . Dia tidak bisa bersamaku , tapi teman temanku bisa .
Memang kalo waktu gina menghubunginku biasanya aku lagi sibuk di kampus dan aku tidak sering membalas pesannya .
Gina mulai sering marah , mulai dari hal kecil hinggal hal besar . Yang marah karena aku suka pergi sama temen temen ceweklah, yang aku gak pernah kasih perhatian kedia lah .
Lah.....
Sekarang salah kalo aku pergi sama temen temen cewek ?? 
Aku gak sempet hubungin dia kan akunya juga sibuk .
Toh, disana juga dia sibuk dengan sekolah dan kerjaannya .
Disini aku mulai kesel dengan sifat Gina , aku mulai jenuh .
Tiap hari Gina marah , tiap hari Gina cemburu . Maunya apasih ni cewek.

Kesabaranku udah gak bisa di tahan lagi , akhirnya aku memutuskan untuk pisah darinya .
Awalnya aku emang gak tega , disatu sisi aku dan dia menjalin hubungan sudah cukup lama .
Perjalanan dan kenangan kita berdua sangat banyak dan indah .
Orang tua aku dan Gina sudah saling kenal .
Tapi jujur , aku sudah tidak betah dengannya . Bagiku Gina sudah berubah . Tidak lagi wanita yang menyenangkan . Aku lebih senang saat bersama teman temanku .
Akhirnya aku dan gina putus .
Satu hari aku merasa lega, hari kedua aku kepekiran dia , hari ketiga aku dapet kabar kalo Gina nekat pulang ke Indonesia buat nyelesain hubungan aku dengannya .
Aku gak nyangka sih dia bisa senekat ini , ini diluar jadwal liburan dia .
Dia datang kerumahku , malam itu .
Wajahnya kusam , matanya sayu seperti orang yang lama menangis . Sungguh aku gak tega liat dia seperti   Itu . Aku berusaha sebisa mungkin menjaga hati dia dan mempertahankan prinsipku .
2 jam kita berdebat , akhirnya dia bisa menerima semua alasanku . 
Ingin rasanya aku meluk dia , cium keningnya entah untuk yang terakhir atau bukan . Tapi Gina hanya memandangku dari balik pagar , dan bilang .
"Penyesalan itu datangnya di akhir ya"
Memang kita pisah dengan kesepakatan bersama , dia bisa terima dan dia tidak mau ada keterpaksaan di antar hubungan ini .
Aku cukup lega , dan aku berharap Gina masih bisa menjadi teman baikku.
Satu bulan berlalu , aku hanya bisa melihat kabar Gina lewat media social . Namun tampaknya dia tidak aktivkan media sosialnya .
Aku menjalani hari hari seperti biasanya , masih di kampus yang sama . Bersama teman dan sahabat sahabatku .
Sempat aku terpikir kabar tentang Gina , tapi ....
Sudahlah dia masa lalu ku. Gak munafik memang kalo aku juga membuka hati untuk wanita yang lebih baik lagi .
Tapi entah mengapa , wanita wanita yang hadir itu ibarat tamu yang numpang minum .
Mereka sekedar datang menghibur dan pergi begitu saja .
4 bulan berjalan , situasi masih tetap sama .
Hanya saja aku mendapat pesan dari Gina , kalo dia direncanakan untuk pindah sekolah kembali di indonesia . Aku turut senang mendengar kabar itu .
Aku sedikit menyesal...
Entah apa yang aku sesalkan .
Makin hari kehidupan aku makin membosankan . Entah karena yang seperti ini saja , entah karena aku yang menjomblo .
Teman dan sahabat aku , mereka ada . Tapi gak setiap saat akan selalu ada untukku , mereka juga punya kehidupan masing masing .
Wanita wanita yang dekat dengan ku???
Mereka hanya memberikan kebahagiaan semata , nyatanya mereka tidak menghadirkan rasa cinta . Bahagia saja badut juga bisa bahagiain aku. Mereka datang dan pergi gitu aja .
Hingga sekarang . 6 bulan berpisah dari Gina , entah kenapa aku kangen banget dengan senyumnya , bawelannya, marah marahnya .
Ini yang disebut penyesalan ?
Entahlah ....
Bisa dibilang ini apa , intinya aku kangen Gina !!!
Aku mau ketemu dia ,
Tapi kenapa nomer tlpnya ganti ? Apa dia sudah tidak ingin menghubungi ku lagi ?
Aku coba samperin kerumahnya , Gina kan sudah pindah ke Indonesia , otomatis dia pasti ada dirumah . Sekalian silaturahmi dengan orang tuanya juga . Sudah lama aku gak ketemu mereka .
Ketika aku sampe depan rumahnya , ternyata Gina ada di luar . 
Aku bertemu dengannya lagi .
Belum sempat aku menyapanya , dia pergi gitu saja dengan mobil yang parkir di depan rumahnya. Entah yang membawa mobil itu siapa. Gina belum sempat melihat wajahku, tapi aku bisa melihat wajah Gina dari kejauhan . Dia tambah cantik menurutku .
Berhubung aku sudah dirumahnya aku temui saja ibunya .
Ibu Gina cerita banyak hal tentang Gina , dan bertanya kenapa hubungan aku dan Gina berakhir.
Aku tidak bisa cerita apa apa dengan ibu . Aku akui aku yang salah .
Ibu juga cerita , Gina yang minta pindah ke Indonesia. Gina gak bisa jauh jauh dari ibu dan aku katanya . Baru sekarang lah keinginan Gina terwujud bisa pindah . Mungkin aku yang kurang sabar untuk menunggu Gina .
Ibu juga cerita, tadi yang berada di dalam mobil adalah seorang cowo yang sering main dan jemput Gina buat pergi . Gina belum cerita banyak tentang cowo itu , Gina cuma bilang cowo ini baik mau bantu Gina terus .
Disitulah , rasanya hati ini sakitttttt banget kaya disayat sayat. Sakit memang, tapi aku bisa apa mendengar cerita ibu ???
Ibu memang dekat denganku, aku sendiri sudah menganggapnya seperti ibuku sendiri begitu sebaliknya .
Pulang dari rumah Gina bukannya hati senang , tapi penuh dengan kekecewaan .
Pikiran dan hati mulai gak nyatu , disatu sisi aku kecewa dengan Gina , tapi hati ini ingin rasanya bersama Gina .
Ini serba salah , sungguh aku bingung . 
Sedih , kecewa campur aduk .
Menyesal????
Oke aku akuin aku menyesal .
Aku menyesal untuk pergi meninggalkan Gina . Padahal Gina merelakan sekolah dan karirnya di Jerman demi bersama aku disini .
Aku memang cowo paling bego, nyia nyiain cewe sempurna kaya Gina .
Dengan semua pandangan buruk aku tentang Gina , dengan semua teman teman yang sok menghibur. Aku lebih memilih pisah dari Gina , nyatanya ???? Teman teman kampusku bisa apa ? Gak bisa ngobatin rasa ini kan ?
Aku tidak bisa menyalahkan mereka , apalagi menyalahkan Gina .
Gina terlalu baik buatku , aku yang terlalu jahat untuk Gina .
Entah kata kata maaf apa yang bisa Gina terima agar dia mau memaafkan aku .
Sampai pagi ini , aku belum memberanikan diri untuk bertemu Gina kembali .
Aku takut, aku takut kalau ketemu dengannya rasa sakit ini semakin menjadi .
Aku pasrah dengan semua keputusan ini .

Bell rumah berbunyi , ini pukul 09.00 pagi .
Bibik lagi ke pasar , mamah dan papahku sudah berangkat kerja . Tinggal aku sendiri yang ada dirumah .
Dengan muka kusam ku temui tamu di depan rumah .
Ternyata yang memencet bell rumahku adalah Gina .
Gina sendiri , dia datang sendiri kerumahku . Tanpa cowo lain , tanpa cowo manapun .
Aku senang , jantungku degdegan . Sama rasanya saat Gina datang menghampiriku di WC guru beberapa tahun lalu .
Gina memberikan senyuman padaku dan mengucapkan salam .
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" jawabku.
" apakabar kamu za? Dari dulu sampe sekarang masih aja males mandi pagi ya kamu" 
"Gin.... Ini kamu gin...? Gak salah" dengan heran dan masih gak percaya ada Gina kerumahku.
" iya ini gue Eza , ibu bilang kemaren kamu katanya kerumah tapi gak sempet ketemu aku. Yaudah aku main aja skg kerumah kamu "
" i... Iya gin . Aku seneng banget bisa ketemu kamu lagi gin . Seneng banget "
"Gue disuruh masuk bisa kali za"
"Eh iya gin , masuk masuk . Tapi aku mandi dulu gpp?" Dengan perasaan campur aduk aku nyuruh Gina masuk ke ruang tamu.
Ini nyata kan , bukan mimpi??? Baru saja aku mikirin dia . Dia langsung datang di hadapanku . Baru aja aku butuhin dia ada disamping aku, dan dia datang . Entah niatnya untuk apa, yang jelas aku terhibur dan seneng banget!!!!!!!!
Beres aku mandi , aku temuin Gina . Aku dan dia banyak bertukar cerita , bercanda hal yang gak penting . Tapi kita berdua tertawa,tapi kia berdua bahagia .
Serasa kita berdua laluin hari saat pacaran . Gak pernah terjadi hal buruk diantara kita . Ini yang aku rasakan dengan gina sekarang .
Aku bisa lihat gina tersenyum,tertawa . Intinya aku seneng banget.
Ginnn,,, kamu harus tau aku nyesel pernah buat kamu kecewa!! Gin,, kamu harus tau . Aku mau kamu ada disini terus!
Kata kata ini selalu ada di otak aku , tapi gak bisa aku ungkapin didepan gina . Entah kenapa...

Hari ini berlalu, begitu indah , begitu menyenangkan .
Esoknya , aku berharap Gina datang kembali, atau setidaknya Gina memberi kabar padaku .
Tapi tak ada kabar dari Gina sedikitpun , aku tunggu terus menunggu hingga esoknya . Masih sama . Tak ada kabar apa apa dari Gina .

Sampai akhirnya kudatangi rumah Gina , kulihat ada mobil terpakir di didepan rumahnya .
Mobil yang sama saat aku melihat Gina di jemput orang lain waktu itu .
Benar saja , baru sampai depan rumahnya , Gina keluar bersama cowo itu .
Gina yang melihat ku berada di depannya setengah kaget .
Tapi aku bersikap biasa saja . Gina berusaha mengenalkan aku pada cowo itu .
"Eh ada kamu za"
"Eh iya gin , tadinya pengen ketemu kamu. Tapi kamunya mau pergi ya?"
"Iya za, sorry guenya udah ada janji . Oia kenalin nih za namanya romy"
"Oh iya, gue eza" gue sodorin tangan gue ke cowo itu
"Gue romy cowonya Gina" dia manjabatkan tangannya ke tanganku
Disitu hati aku berasa di tusuk tau gak ???
Rasanya sakit banget dengernya !!!!!!
Gin kamu setega ini sama aku gin????
Dengan mudahnya kamu ngenalin cowo lain di depan aku ginnn ???? Cuma bisa ngedumel sendiri di dalam hati . Cuma bisa nahan rasa sakit ini sendirian ! Aku bisa apa ? Mau marah ?
Aku bukan siapa siapanya gina? 
Suruh siapa coba ninggalin Gina ?
Iyaaaaaaa. Aku yang salah !!!!!!!
Rasanya kalo boleh muter waktu aku gak mau ada kata pisah dari gina Tuhan  ........
Mungkin kalian yang baca ini sedikit lebay , tapi nyata ! Gak perlu munafik atau gengsi . Akuin kalo emang lu salah dan menyesal .
Dan sekarang emang aku menyesal .
Emang bener kata Gina , "penyesalan itu datang di akhir" dan sekarang aku ngerasainnya . 
Entah sampe kapan penyesalan ini bisa berakhir .
Entah bisakah aku melihat Gina bahagia dengan orang lain, gina bukan bahagia denganku.

Aku yang mengakhiri , tapi aku yang menyesal di akhir .
Memang  penyesalan gak ada yang diawal , semua di akhir . 
Tapi pastikan bahwa keputusan kita itu paling benar. 
Aku berdoa dan masih berharap , Gina bisa bahagia . Entah denganku atau dengan cowo lain ~