Senin, 07 Juli 2014

Hujan - III

Mata pelajaran pertama sudah dimulai . Urusan ku dengan Yogi belum selesai. Otakku terus memikirkan bagaimana cara agar aku dapat bertemu dengannya ,menyapanya,dannnn ya paling tidak aku ingin berterimakasih dengannya .
Namun seketika aku melihat kokong bangku ku,ada sesuatu yang aneh . Ada sehelai pita merah ,cukup panjang, dan di ujungnya bertuliska huruf "YD" . Aku fikir ini pita punya teman sekelas ku . Berhubung,dikelas aku orang yang paling diam dan jarang bersosialisasi dengan teman teman di kelas . Apapun yang aku rasakan atau keluhkan tidak pernah aku ceritakan . Namun soal pita ini,aku bingung . Di kelasku tidak ada yang bernama YD . Adapun satu wanita yang bernama yesi a .
" Yesicaa,ini pita punya kamu? "
" bukan tuh " jawab yesicca dengan ketus .
Yahhh,mungkin teman teman kelasku malas untuk berbicara dengan orang aneh seperti aku . Biarlah ,ini hidupku . Untuk apa aku pedulikan mereka yang tidak menyukaiku.
"Teettttttttttttttttt"
Jam istirahat berbunyi ,aku keluar dari kelas . Niat ku mau ke perpustakaan ,duduk di pojok meja sendiri sambil menulis karyaku .
Namun,,, di ujung pintu kelasku ada pita merah yang sama dengan aku temukan di kolong mejaku . Ku ambil pita itu ,dengan inisial yang sama . Ujung pita itu terdapat tulisan "YD" .
Rasa penasaran ku semakin menjadi , ini pasti ada yang sengaja menaruhnya.
Aku lanjut jalan menuju perpustakaan sambil membawa pita merah ini .
Sampi di tangga aku melihat pita merah lagi di bawah pojok dekata pot bunga. 
Yaaa,masih dengan inisial yang sama .
Selama aku berjalan,aku berfikir dan terus berfikir apakah YD itu Yogie Danurahardja???  Namun apa niatnya membuat tebak tebakkan pita seperti ini. Ini bukan mimpikan ??? Ini bukan cerita karangan yang aku buatkan ? Rasanya aku tidak percaya sih .
Sampai di depan pintu perpustakaan . Aku masuk,di dalam perpus hanya ada 2 orang penjaga perpus dan 3 murid yang sedang berkunjung .
Saat menuju meja favoritku di ujung ruangan, di kolongnya ada pita merah lagi .
Tetapi ujungnya ada tulisan . 14.00 halte sekolah .
Apa maksut dari tulisan ini ???
Kali ini aku yakin dengan seyakin yakinnya .
Bahwa pita merah ini di taro sengaja untuk aku ,ada maksut dari setiap pita yang ditaro .
Aku masih menebak nebak saja ,siapa yang membuat teka teki ini .

Senin, 09 Juni 2014

Hujan - 2

Esoknya,di dalam kelas . Aku duduk sendiri di bangku kelas ku. Ruang ini masih sepi . Masih kosong ,dan jam ditangan ku masih menunjukkan pukul 6 pagi .
Gerbang sekolah memang sudah di buka,aku sengaja berangkat sepagi ini. Satu jam sebelum bell masuk . Sekiranya waktu ini cukup untuk mencari tau siapa pria songong kemarin yang merapihkan cerpenku. Setidaknya agar aku tau namanya,kelasnya, dannn ... Ya entahlah informasi apa yang bisa kudapat tetangnya .
Aku mulai mencari tau daftar nama murid di sekolahan ini lewat foto foto yang tertempel di album sekolah .
Jadi di sekolahan ku ini,setiap siswa yang masuk wajib foto dan masuk daftar album sekolahan .
Ku lihat,ku cari satu persatu dari setiap foto. Mulai dari atas hingga bawah,halaman berikutnya ,berikutnya . Dannnnnnnnn
Yaaaaaa aku melihatnya . Wajahnya sama ,muka songong itu dengan potongan rambut yaa mungkin terlihat sedikit lebih rapih dari pada yang sekarang . Ku baca namanya . Yogi Danurahardja angkatan 2009 . Alamat : simpang tiga kampung rambutan . Yaaa,aku sudah mengatahui namanya,selanjutnya aku harus tau kelasnya .

Entah mengapa rasa penasaran ku ini semakin menjadi akan sosoknya .
Jujur saja , dari awal aku bertemu dengannya . Yang awalnya aku kesal dan tidak ingin lagi bertemu dengannya . Entah mengapa kini menjadi kebalikannya . Aku malah berfikir untuk dapat bertemu dengan sosoknya ,lalu aku panggil namanya. Aku ingin berterimakasih padanya . Yahhh entah lahhh aku jadi ingin mengenal sosoknya .
Ku rasa dia tak seburuk yang ku kira ,dan kurasa dia pria yang berbeda.
Jelas saja berbeda . Selama aku bersekolah disini ,pria yang mau menghampiri wanita pendiam dan aneh seperti aku itu hanya dia .

Bell masuk sekolah sudah berbunyi , aku harus cepat cepat masuk ke dalam kelas . Karena jam pelajaran pertama akan segera dimulai.
Aku berlari di koridor bawah ,sedangkan kelas ku di koridor atas . 
"Hayyyyyy"
Ada yang teriak dari kelas atas,se akan akan menyapa ku . Ku lihat ke arah suara itu.
Kamu tau siapa yang menyapuku???
Ahhhhh ternyata guru yang akan mengajar di kelasku .
Ku fikir ada Yogi yang menyapa dan melihatku .
Ehhh,tapi kenapa aku harus mengaharapkan Yogi yang menyapa????
Ahhh sudahlah.

Jumat, 16 Mei 2014

Hujan - 1

Hujan turun,begitu derasnya.
Tak sempat untukku berlindung ,berteduh dari derai air ini. Tak sempat untukku menyimpan semua kertas kertas yang kubawa ditangan ini.
Basah,sobek dan entahlahhhh bagaimana caraku untuk menyelamatkan kertasa kertas cerpen hasil karya ku ini .
Kesal memang, namun siapa yang harus aku salahkan? Hujan? Hujan tak tau apa apa soal cerpen ini. Hujan tak tau apa apa,bagaimana cara dan perjuanganku menulis cerpen ini .
"Heyy hujan!!! Aku susah payah menulis cerpen ini dengan tulisan ku sendiri, dengan imajinasiku sendiri! Pagi malam aku sempatkan untuk menulisnya,dengan gampangnya kamu menghapus dan merusak tulisan ku dengan sekejap saja" keluh ku 
Sambil menangis aku membereskan kertas kertasku yang sobek di halte depan sekolahku . Ini pukul 6 sore ,halte sekolah sudah sepi dari murid murid . Hujan deras membuat halte ini satu satunya tempat untuk berteduh . Aku masih berada disekolah hingga jam segini karena aku baru saja membereskan karya tulisku ini ,aku senang sendiri . Bagiku sendiri aku merasa nyaman,aku bisa menghasilkan ide ide baru untuk aku tulis dan aku jadikan cerita .

Masih di halte dan ditemani hujan yang tak kunjung reda , tiba tiba ada seorang pria . Dia masih berseragam sekolah,dan yang ku tahu dia satu sekolahan dengan ku .
Tiba tiba dia menghampiriku , dia mengambil sobekan sobekan kertas basah yang aku kumpulkan .
" lu ngambilin apaan sih??? Kertas udah sobek ya dibuang aja. Bisa balik lagi kaya awal apah? Enggak kan?" Dengan se enaknya dia membuang kertas kertasku.
" eh lu jangan sembarangan buang kertas gue " dengan air mata yang masih mengalir,aku ambil lagi kertas kertas itu .
" ihh cewek lebay,kertas begitu aja di tangisin "
" urusan gue,lo gak perlu ikut campur! Sok kenal banget sih "
" gue kenal lo lah , lo cewek lebay ".
Mendengar ucapannya , membuat aku semakin muak melihat wajahnya . 
Ku hempaskan kertas kertas basah ini ke arah wajahnya,dan kutinggal pergi .
Melihat aku yang marah mungkin dia merasa menyesal ,dan tak marah sedikitpun ketika aku menghempaskan kertas itu ke wajahnya.
" sialan nih cewek "
Ucapnya.

Esoknya langit terlihat cerah , aku mengulang tulisan cerpen ku kemarin yang rusak . Ku tulis kata demi kata dari awal .
Dan masih teringat jelas kejadian kemarin sore .
Aku merasa sangat sial. Apalagi bertemu pria itu .
Rasanya sangat muak! Dan aku berharap gak akan pernah bertemu lagi dengan pria songong itu .
Namun harapan tak sesuai kenyataan . Pria itu,pria songong itu datang .
Di depanku , dia berdiri di depan meja ku . Dia datang dan menghempaskan kertas kertas cerpenku yang rusak di atas meja .
"Nih kertas berharga lo!" 
Saat itu aku tak bisa berkutik apa -apa ,melihat susunan kertas dengan banyak lakban . Dia susun kembali kertas kertas itu,yang kemarin basah,yang kemarin sobek.
Cerpen ku kembali , dia kembalikan hasil karya ku ,dengan susunan cerita yang tepat . Dengan tempelen lakban yang rapih .
Diluar dugaan dan perkiraan ku,pria songong ini menyusun ceritaku persis seperti aslinya.

Selasa, 22 April 2014

Penyesalan

Dering alarm pagi ini tidak bermanfaat bagiku . Jelas saja , semalaman aku tidak tidur . Entah kenapa . 
Semalaman aku hanya duduk , tidur tiduran mengusik ngusik selimut. Play lagu lagu, yah lagu lagu yang slow melow dan sebagainya .
Kamu tau kenapa aku seperti ini? Entahlah... 
Aku gundah..
Dengan diam , melamun dan menghayati setiap bait liryc lagu yang aku putar . Sungguh ini seperti bagian drama di serial korea.Tapi aku tidak sedang drama . Ini bawaan dari isi hati dan pikiranku.
Sebelum aku cerita panjang , kalian harus tau kenapa aku seperti ini .
Yahhh.... Tepat 6 bulan hari ini aku menjauh, aku pergi dari wanita yang sebelumnya sangat aku cintai. 
Dia mantan pacar ku, namanya gina .
Dan aku Eza , entah kenapa sifatku kini jadi sedikit melow, harusnya kan yang kaya gini biasanya para wanita .
Gak bisa di pungkirin emang , cowok juga punya hati nurani . Gak munafik juga seorang cowok itu bisa patah hati atau bisa dibilang galau.
Kalian perlu tau juga , alasan ku untuk menjauh dari gina apa .

Gina seorang wanita cantik , pintar, cerewet, super sibuk, overprotective . Dannnnnn aku bicara memang apa adanya .
Aku tidak mengurangi dan melebih lebihkan sosoknya .
Walaupun kini dia sudah jauh dariku, aku tidak pernah bermaksut untuk menjelek jelekannya . Bagiku Gina wanita yang sempurna . Soal cerewet overprotectiv semua cewek aku rasa seperti itu .
Aku dan gina dekat mulai dari jaman kita masih duduk di bangku SMA . Aku mengenalnya ketika Gina baru masuk di SMA Harapan Jaya Jakarta , ya ini sekolahku juga . Aku baru kelas 11 . Yahhhh , aku kakak kelas Gina , aku melihat sosok Gina pertama kali saat upacara bendera . Gina tampil maju ke tengah podium sebagai murid berprestasi . Gak nyangka , baru juga masuk sekolah , dia udah berprestasi bawa nama baik sekolah . Salut...
Mulai dari situlah aku tertarik padanya .
Gina cewek yang pintar , cantik, multitalenta . Dia pandai berolahraga, apa lagi renang . Wajar kalo baru masuk sekolah saja dia sudah dibanggakan .

Beres upacara , aku iseng tuh jalan jalan mengelilingi koridor kelas 10. Ya niatnya, nyari kelas gina dimana . Hehe
Ehhhhh, gak sengaja aku ketemu langsung dengan Gina di pojok koridor kelas , Gina baru keluar dari ruangan kepala sekolah tepatnya di depan koridor kita bertemu .
Sengaja saja aku senggol dia .
" ihh, nyantai dong kalo jalan " sewot Gina .
" ya sorry kali , gak sengaja "
Hahaaahahahahhahaha
Lucu banget sih dia , cantik cantik galak amat .
Mulai dari situ , rasa suka aku pada Gina muncul .
Seiring berjalannya waktu aku mengenal dia satu sama lain .
Kita jadi sering jalan bareng , pergi dan pulang sekolah bareng . Sampai akhirnya , aku memberanikan diri mengutarakan perasaan aku ke Gina di depan kelasnya . Kebayang dong ada berapa pasang mata yang melihat .
Ya itu tantangan Gina buatku kalo memang aku mencintainya .
Bagiku hal itu mudah saja di lakukan, aku memang mencintainya aku memang menyukainya .
Yang tidak mudah itu , kalau aku sudah mengutarakan perasaanku di depan teman temannya dan Gina menolak ku begitu saja , mau taro dimana muka ini ?????!

Dan kalian tau jawaban Gina apa ?
"Yah oke" .
Udah gitu aja Gin????? Ya Tuhan aku sampe keringet dingin gemeter nahan malu gini lu cuma ngomong YAH OKE ? Udah gitu aja Gin ????????????
YAUDAH GIN YAUDAH KALO GITU . TERIMA KASIH BANYAK GINA JAWABANNYA.
Langsung aku balik arah ninggalin kelas Gina . Nenangin diri di WC guru .
Iya sku sengaja ngumpet di WC guru biar gak ada temen temen yang liat muka sku lagi nahan rasa malu dan kecewa .
Eh tiba tiba ada suara orang yang masuk , aku pikir ada guru yang mau pake WC ini juga .
Kalian tau siapa yang masuk ?
Dia Gina .
"Eh Gin, ada elu?"
"Iya , gue tau lu pasti kesini . Jadi gue samperin aja"
"Hehe"
"Soal tadi..."
"'Maaf Gin soal tadi , gue cuma buat malu elu yah"
"Eh enggak, soal tadi... Lu berhasil jawab tantangan gue . Dan gue mau terusin jawaban gue yang tadi"
"Jawaban yang mana???" Sungguh deg degan banget pas gina ngomongin hal ini .
" Yah oke , gina mau jadi pacar kamu . Gina juga suka kamu "
Terus gina keluar gitu aja ninggalin aku sambil senyum senyum gitu .
Ini rasanya bahagia , lega , mau loncat loncat sungguh . Aku pikir dia gak akan mau hahahahahaha


1 bulan menjalin hubungan dengannya rasanya tiap hari maunya bareng dia terus .
2 bulan 3 bulan rasanya bahagia terus .
Sampai akhirnya aku dan gina menjalin hubungan masuk tahun ke 3 . Gak kerasa emang , sekarang aku sudah kuliah di salah satu universitas swasta di Jakarta . Sedangkan Gina lagi sibuk sibuknya mempersiapkan kuliahnya di Jerman .
Gina mau meneruskan sekolah dan karirnya di sana .
Aku dan dia akan pisah , mau gak mau . Itu semua permintaan Gina dan orang tuanya .
Sungguh berat rasanya kalau aku dan gina harus menjalin hubungan jarak jauh .
Yang biasanya selalu ketemu , tiap hari bisa main nonton bareng di rumah Gina .
Tiap pagi Gina nyiapin sarapan yang dia buat sendiri buat aku .
Kalo aku sakit atau Gina sakit kita berdua selalu ada mendampingi satu sama lain , tapi kalo Gina di Jerman apa bisa kita seperti itu lagi ????
Gina hanya bisa meyakinkan aku , kalaupun kita dipisahkan oleh jarak , hati kita akan selalu dekat .
Ya sebulan sekali setiap ada libur Gina akan pulang ke Indonesia . Itu ucap dan janjinya padaku .
Entahlah aku sedikit ragu , aku mencoba untuk menjalaninya dahulu.
Kini aku dan Gina saling berjauhan , bermodalkan hanphone kita berdua saling berkomunikasi . Itupun mulai jarang , karena Gina sangat sibuk disana , ditambah perbedaan waktu siang dan malam antar aku dan dia .
Aku mulai menyibukkan diri di kampus , ikut organisasi sana sini . Ikut ngumpul bareng main bareng temen temen . Ya fungsinya mengisi waktu kosongku saja .
Tak terasa 2 bulan sudah aku di tinggal Gina , entah mengapa aku mulai tebiasa tanpanya . Ya walaupun komunikasi aku dan dia masih lancar .
Aku mulai suka dengan aktivitasku di kampus , ditambah teman teman yang super asik menurutku .
Aku banyak cerita tentang kegiatan ku sehari hari ke Gina .
Entah kenapa Gina jadi tidak suka melihat aku yang mulai sibuk dengan teman temanku di kampus .
Kata dia aku hanya membuang buang waktu , Gina bilang dia hanya iri . Dia tidak bisa bersamaku , tapi teman temanku bisa .
Memang kalo waktu gina menghubunginku biasanya aku lagi sibuk di kampus dan aku tidak sering membalas pesannya .
Gina mulai sering marah , mulai dari hal kecil hinggal hal besar . Yang marah karena aku suka pergi sama temen temen ceweklah, yang aku gak pernah kasih perhatian kedia lah .
Lah.....
Sekarang salah kalo aku pergi sama temen temen cewek ?? 
Aku gak sempet hubungin dia kan akunya juga sibuk .
Toh, disana juga dia sibuk dengan sekolah dan kerjaannya .
Disini aku mulai kesel dengan sifat Gina , aku mulai jenuh .
Tiap hari Gina marah , tiap hari Gina cemburu . Maunya apasih ni cewek.

Kesabaranku udah gak bisa di tahan lagi , akhirnya aku memutuskan untuk pisah darinya .
Awalnya aku emang gak tega , disatu sisi aku dan dia menjalin hubungan sudah cukup lama .
Perjalanan dan kenangan kita berdua sangat banyak dan indah .
Orang tua aku dan Gina sudah saling kenal .
Tapi jujur , aku sudah tidak betah dengannya . Bagiku Gina sudah berubah . Tidak lagi wanita yang menyenangkan . Aku lebih senang saat bersama teman temanku .
Akhirnya aku dan gina putus .
Satu hari aku merasa lega, hari kedua aku kepekiran dia , hari ketiga aku dapet kabar kalo Gina nekat pulang ke Indonesia buat nyelesain hubungan aku dengannya .
Aku gak nyangka sih dia bisa senekat ini , ini diluar jadwal liburan dia .
Dia datang kerumahku , malam itu .
Wajahnya kusam , matanya sayu seperti orang yang lama menangis . Sungguh aku gak tega liat dia seperti   Itu . Aku berusaha sebisa mungkin menjaga hati dia dan mempertahankan prinsipku .
2 jam kita berdebat , akhirnya dia bisa menerima semua alasanku . 
Ingin rasanya aku meluk dia , cium keningnya entah untuk yang terakhir atau bukan . Tapi Gina hanya memandangku dari balik pagar , dan bilang .
"Penyesalan itu datangnya di akhir ya"
Memang kita pisah dengan kesepakatan bersama , dia bisa terima dan dia tidak mau ada keterpaksaan di antar hubungan ini .
Aku cukup lega , dan aku berharap Gina masih bisa menjadi teman baikku.
Satu bulan berlalu , aku hanya bisa melihat kabar Gina lewat media social . Namun tampaknya dia tidak aktivkan media sosialnya .
Aku menjalani hari hari seperti biasanya , masih di kampus yang sama . Bersama teman dan sahabat sahabatku .
Sempat aku terpikir kabar tentang Gina , tapi ....
Sudahlah dia masa lalu ku. Gak munafik memang kalo aku juga membuka hati untuk wanita yang lebih baik lagi .
Tapi entah mengapa , wanita wanita yang hadir itu ibarat tamu yang numpang minum .
Mereka sekedar datang menghibur dan pergi begitu saja .
4 bulan berjalan , situasi masih tetap sama .
Hanya saja aku mendapat pesan dari Gina , kalo dia direncanakan untuk pindah sekolah kembali di indonesia . Aku turut senang mendengar kabar itu .
Aku sedikit menyesal...
Entah apa yang aku sesalkan .
Makin hari kehidupan aku makin membosankan . Entah karena yang seperti ini saja , entah karena aku yang menjomblo .
Teman dan sahabat aku , mereka ada . Tapi gak setiap saat akan selalu ada untukku , mereka juga punya kehidupan masing masing .
Wanita wanita yang dekat dengan ku???
Mereka hanya memberikan kebahagiaan semata , nyatanya mereka tidak menghadirkan rasa cinta . Bahagia saja badut juga bisa bahagiain aku. Mereka datang dan pergi gitu aja .
Hingga sekarang . 6 bulan berpisah dari Gina , entah kenapa aku kangen banget dengan senyumnya , bawelannya, marah marahnya .
Ini yang disebut penyesalan ?
Entahlah ....
Bisa dibilang ini apa , intinya aku kangen Gina !!!
Aku mau ketemu dia ,
Tapi kenapa nomer tlpnya ganti ? Apa dia sudah tidak ingin menghubungi ku lagi ?
Aku coba samperin kerumahnya , Gina kan sudah pindah ke Indonesia , otomatis dia pasti ada dirumah . Sekalian silaturahmi dengan orang tuanya juga . Sudah lama aku gak ketemu mereka .
Ketika aku sampe depan rumahnya , ternyata Gina ada di luar . 
Aku bertemu dengannya lagi .
Belum sempat aku menyapanya , dia pergi gitu saja dengan mobil yang parkir di depan rumahnya. Entah yang membawa mobil itu siapa. Gina belum sempat melihat wajahku, tapi aku bisa melihat wajah Gina dari kejauhan . Dia tambah cantik menurutku .
Berhubung aku sudah dirumahnya aku temui saja ibunya .
Ibu Gina cerita banyak hal tentang Gina , dan bertanya kenapa hubungan aku dan Gina berakhir.
Aku tidak bisa cerita apa apa dengan ibu . Aku akui aku yang salah .
Ibu juga cerita , Gina yang minta pindah ke Indonesia. Gina gak bisa jauh jauh dari ibu dan aku katanya . Baru sekarang lah keinginan Gina terwujud bisa pindah . Mungkin aku yang kurang sabar untuk menunggu Gina .
Ibu juga cerita, tadi yang berada di dalam mobil adalah seorang cowo yang sering main dan jemput Gina buat pergi . Gina belum cerita banyak tentang cowo itu , Gina cuma bilang cowo ini baik mau bantu Gina terus .
Disitulah , rasanya hati ini sakitttttt banget kaya disayat sayat. Sakit memang, tapi aku bisa apa mendengar cerita ibu ???
Ibu memang dekat denganku, aku sendiri sudah menganggapnya seperti ibuku sendiri begitu sebaliknya .
Pulang dari rumah Gina bukannya hati senang , tapi penuh dengan kekecewaan .
Pikiran dan hati mulai gak nyatu , disatu sisi aku kecewa dengan Gina , tapi hati ini ingin rasanya bersama Gina .
Ini serba salah , sungguh aku bingung . 
Sedih , kecewa campur aduk .
Menyesal????
Oke aku akuin aku menyesal .
Aku menyesal untuk pergi meninggalkan Gina . Padahal Gina merelakan sekolah dan karirnya di Jerman demi bersama aku disini .
Aku memang cowo paling bego, nyia nyiain cewe sempurna kaya Gina .
Dengan semua pandangan buruk aku tentang Gina , dengan semua teman teman yang sok menghibur. Aku lebih memilih pisah dari Gina , nyatanya ???? Teman teman kampusku bisa apa ? Gak bisa ngobatin rasa ini kan ?
Aku tidak bisa menyalahkan mereka , apalagi menyalahkan Gina .
Gina terlalu baik buatku , aku yang terlalu jahat untuk Gina .
Entah kata kata maaf apa yang bisa Gina terima agar dia mau memaafkan aku .
Sampai pagi ini , aku belum memberanikan diri untuk bertemu Gina kembali .
Aku takut, aku takut kalau ketemu dengannya rasa sakit ini semakin menjadi .
Aku pasrah dengan semua keputusan ini .

Bell rumah berbunyi , ini pukul 09.00 pagi .
Bibik lagi ke pasar , mamah dan papahku sudah berangkat kerja . Tinggal aku sendiri yang ada dirumah .
Dengan muka kusam ku temui tamu di depan rumah .
Ternyata yang memencet bell rumahku adalah Gina .
Gina sendiri , dia datang sendiri kerumahku . Tanpa cowo lain , tanpa cowo manapun .
Aku senang , jantungku degdegan . Sama rasanya saat Gina datang menghampiriku di WC guru beberapa tahun lalu .
Gina memberikan senyuman padaku dan mengucapkan salam .
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" jawabku.
" apakabar kamu za? Dari dulu sampe sekarang masih aja males mandi pagi ya kamu" 
"Gin.... Ini kamu gin...? Gak salah" dengan heran dan masih gak percaya ada Gina kerumahku.
" iya ini gue Eza , ibu bilang kemaren kamu katanya kerumah tapi gak sempet ketemu aku. Yaudah aku main aja skg kerumah kamu "
" i... Iya gin . Aku seneng banget bisa ketemu kamu lagi gin . Seneng banget "
"Gue disuruh masuk bisa kali za"
"Eh iya gin , masuk masuk . Tapi aku mandi dulu gpp?" Dengan perasaan campur aduk aku nyuruh Gina masuk ke ruang tamu.
Ini nyata kan , bukan mimpi??? Baru saja aku mikirin dia . Dia langsung datang di hadapanku . Baru aja aku butuhin dia ada disamping aku, dan dia datang . Entah niatnya untuk apa, yang jelas aku terhibur dan seneng banget!!!!!!!!
Beres aku mandi , aku temuin Gina . Aku dan dia banyak bertukar cerita , bercanda hal yang gak penting . Tapi kita berdua tertawa,tapi kia berdua bahagia .
Serasa kita berdua laluin hari saat pacaran . Gak pernah terjadi hal buruk diantara kita . Ini yang aku rasakan dengan gina sekarang .
Aku bisa lihat gina tersenyum,tertawa . Intinya aku seneng banget.
Ginnn,,, kamu harus tau aku nyesel pernah buat kamu kecewa!! Gin,, kamu harus tau . Aku mau kamu ada disini terus!
Kata kata ini selalu ada di otak aku , tapi gak bisa aku ungkapin didepan gina . Entah kenapa...

Hari ini berlalu, begitu indah , begitu menyenangkan .
Esoknya , aku berharap Gina datang kembali, atau setidaknya Gina memberi kabar padaku .
Tapi tak ada kabar dari Gina sedikitpun , aku tunggu terus menunggu hingga esoknya . Masih sama . Tak ada kabar apa apa dari Gina .

Sampai akhirnya kudatangi rumah Gina , kulihat ada mobil terpakir di didepan rumahnya .
Mobil yang sama saat aku melihat Gina di jemput orang lain waktu itu .
Benar saja , baru sampai depan rumahnya , Gina keluar bersama cowo itu .
Gina yang melihat ku berada di depannya setengah kaget .
Tapi aku bersikap biasa saja . Gina berusaha mengenalkan aku pada cowo itu .
"Eh ada kamu za"
"Eh iya gin , tadinya pengen ketemu kamu. Tapi kamunya mau pergi ya?"
"Iya za, sorry guenya udah ada janji . Oia kenalin nih za namanya romy"
"Oh iya, gue eza" gue sodorin tangan gue ke cowo itu
"Gue romy cowonya Gina" dia manjabatkan tangannya ke tanganku
Disitu hati aku berasa di tusuk tau gak ???
Rasanya sakit banget dengernya !!!!!!
Gin kamu setega ini sama aku gin????
Dengan mudahnya kamu ngenalin cowo lain di depan aku ginnn ???? Cuma bisa ngedumel sendiri di dalam hati . Cuma bisa nahan rasa sakit ini sendirian ! Aku bisa apa ? Mau marah ?
Aku bukan siapa siapanya gina? 
Suruh siapa coba ninggalin Gina ?
Iyaaaaaaa. Aku yang salah !!!!!!!
Rasanya kalo boleh muter waktu aku gak mau ada kata pisah dari gina Tuhan  ........
Mungkin kalian yang baca ini sedikit lebay , tapi nyata ! Gak perlu munafik atau gengsi . Akuin kalo emang lu salah dan menyesal .
Dan sekarang emang aku menyesal .
Emang bener kata Gina , "penyesalan itu datang di akhir" dan sekarang aku ngerasainnya . 
Entah sampe kapan penyesalan ini bisa berakhir .
Entah bisakah aku melihat Gina bahagia dengan orang lain, gina bukan bahagia denganku.

Aku yang mengakhiri , tapi aku yang menyesal di akhir .
Memang  penyesalan gak ada yang diawal , semua di akhir . 
Tapi pastikan bahwa keputusan kita itu paling benar. 
Aku berdoa dan masih berharap , Gina bisa bahagia . Entah denganku atau dengan cowo lain ~

Kamis, 27 Maret 2014

Ibu

Bidadari dalam hidupku , 19 tahun sudah aku bersamanya, aku dirawatnya, aku di didik nya, aku disayang, dicinta , di manjakan olehnya . Tak lelah dia menemani ku hingga saat ini .
Cinta dan kasih sayangnya mungkin tidak pernah bisa aku ukur , walau terkadang rasa kesal ini suka muncul padanya . Tapi apa pernah dia pergi tinggalkan aku ? Tidak akan . Dia akan selalu disini , disampingku, menemaninku hingga ajal nanti . Dia ibuku . Bidadari berhati mulia, tak kenal lelah, tak pernah putus asa membesarkan aku dan memperjuangkan aku . Tahun terus berganti, usianya semakin berkurang , akupun beranjak dewasa . 
Ibuku seorang wanita yang hebat, dalam keadaan susah sekali pun dia tetap tersenyum , apa lagi dalam keadaan suka . Aku bahagia jika melihatnya tersenyum . 
Aku hanya seorang anak gadis yang berusaha membuatnya bangga, membuatnya bahagia, dan menuruti pintanya. 
Satu pinta dalam setiap doaku " panjangkan umur ibuku " . Aku ingin terus bersamanya selalu . Bersamamu ibu .
Aku seorang gadis kecil yang hanya bisa membuatmu kesal , membuat mu marah . Tapi tak pernah aku berniat untuk menyakiti hatimu ibu ...

Usia , penyakit mungkin telah menggerogoti fisikmu, tapi tidak untuk ragamu saat ini .
Ragamu masih kuat, sekuat karang yang bertahan di hempas air laut.
Engkau berjuang , engkau bertahan dengan rasa sakit itu . Bertahun tahun engkau rasakan, mungkin engkau sempat merasa untuk menyerah ... Tapi putri mu disini ingin engkau kuat ibu...
Putri mu disini masih membutuhkan dirimu ibu...
Putrimu disini sangat mencintai dirimu ibu...
Tiada hari tanpa kasihmu ibu...
Aku tau disetiap malam engkau tebangun , terbangun dan memanjatkan doa untukku, doa yang terbaik untukku .
Begitupun aku ibuuuu... 
Bolehkah aku membuatmu selalu tersenyum ?
Bolehkah aku membuatmu selalu bangga padaku?
Engkau yang selalu membuatku bangga di hadapan orang lain . Kini saatnya aku yang akan membuatmu bangga ibu . Beri aku waktu untuk membalas semua perjuanganmu ibu...



Selamat ulang tahun untuk mamah...
Aku mencintaimu sama seperti kamu mencintai aku .
Terimakasih mamah untuk semua perjuanganmu untukku sampai saat ini , dan hingga nanti . Berjanji padaku mah, engkau akan setia menemani aku hingga akhir nanti ...
I love you.

Minggu, 23 Maret 2014

Friends or love

10 tahun sudah gue mengenalnya . Panggil saja dia dini . Dia seorang gadis cantik , lucu, periang tetapi cerewet bukan main . 
Dia sahabat karib gue.  Awalnya, kita berdua saling kenal saat masuk bangku sekolah di SMA . Saat itu dini telat masuk sekolah , padahal ini hari pertama kegiatan belajar dimulai . Gue yang saat itu duduk di pojok kelas samping jendela melihat dini berlari lari di depan pagar sekolah . Pikir gue wanita ini cukup lucu, hari pertama sekolah saja dia sudah telat , apa lagi hari selanjutnya . Hahahaha
*tringggggggg* bell istirahat sekolah berbunyi , bersama teman teman baru , gue beranjak keluar kelas menuju kantin . Luar biasa sekolah ini . Sudah luas, bertaraf internasional , dan yang gue lihat anak anak yang bisa masuk di sekolah ini adalah anak anak pilihan dengan kemampuan luar biasa . Harapan gue dari SD bisa meneruskan sekolah disini .
Sampai di kantin , gue gak sengaja menabrak seorang wanita . Maklum, hari pertama masuk sekolah dan kantin sedang ramai ramainya oleh anak baru seperti gue ini .
Gue gak sengaja menabrak dia dari belakang , dan ternyata wanita yang gue tabrak adalah dini . Hahahaha
Ya ampun gue gak sengaja menumpahkan minuman yang dini bawa . Dengan raut muka emosi dini marah marah sama gue di depan keramaian kantin.
" sialan lo ya!!! Kalo jalan bisa ati ati gak sih.. Tanggung jawab lo minuman gue jadi tumpah nih! "
" ehehehe sori sori gue gak sengaja kali , namanya juga kantin lagi rame . Minuman lo gue ganti deh " jawab gue dengan santainya . Di pikir pikir ni cewe lucu juga ya . 
Setelah kejadian dikantin itu selesai , gue coba cari tau , dini itu anak kelas mana . Hahaaa, entah mengapa gue jadi semakin penasaran dengan sosoknya .
Esoknya , gue sengaja menunggu dini di parkiran . Berharap dia mau gue ajak pulang, yaaa sebagai permintaan maaf gur aja karena udh nabrak dia di kantin .
Dan.... Tak lama gue nunggu sosok dini keluar dari kelasnya menuju parkiran .
Langsung saja gue samperin dia , " ehhh , sory . Gue rizal yang udh numpahin minum lo kemaren di kantin . Nama lo siapa ? " tanya gue dengan senyum senyum kegirangan 😃. " ohh gue dini " degan sangat jutek dini menjawab .
" duhhh cantik cantik jutek amat , ehh din lo pulang kemana ? Mau bareng gue gak ? Barang kali rumah kita searah " basa basi gue ke dini .
" oh rumah gue di komplek intan " jawab dini . " wahhh searah dong din , rumah gue di samping komplek lu kali " . Dengan senang hati gue dan dini pulang bareng . Sepanjang jalan gue banyak tanya sama dia , dan dia juga banyak cerita sama gue . Lumayan lah perkenalan pertama gue dengannya hari ini , sangat menyenangkan dan dini memang sangat lucu anaknya , sama seperti perkiraan gue sebelumnya .
Hari hari terus gue jalanin , tiap hari berangkat dan pulang sekolah gue bareng dini , ke kantin bareng dia, ngerjain tugas bareng dia . Kita berdua sama sama saling nyaman dengan persahabatan yang kita jalanin . Sampai masuk tahun kedua gue bersekolah disini gue masih bersahabat erat dengan dini . Gue merasa sangat nyaman bareng dia , kadang gue suka di jutekin sama dia, kadang guenya suka balik marah sama dia . Memang lucu kalo di liat liat , apa apa berdua sampe temen temen di sekolah nyangkanya gue dan dini pacaran . Hahahaha

Sampai pada akhirnya dini mulai merasakan yang namanya jatuh cinta , dini cerita sama gue . Kalo ternyata ada kaka kelas yang deketin dia , dan dini juga merasa suka dengan kakak kelas itu . Tapi entah mengapa, gue merasa gak suka denger cerita dini yang lagi jatuh cinta ini . Dia mau cerita apa tentang cowo itu gue gak pernah peduliin omongannya .. Entahlah



Next page >>

Minggu, 16 Februari 2014

Love is curious thing - part IV

Dengan taxi yang ku tumpangi , aku tidak melepas pandanganku pada mereka berdua . Sakit memang yang aku rasakan , semudah itukah dion melupakan aku ? Secepat ini kah dion melupakan aku dan mendapatkan pengganti aku yang baru . Apa yang bisa ku perbuat selain menahan rasa sakit ini ? Selain menangis ?
Aku hanya bisa mendam rasa sakit ini sediri . 
Sore ini harusnya aku siaran di radio, tapi aku izin menyiar . Aku penasaran siapa cewe itu . Aku memberanikan diri untuk datang ke kampus dion , mencari tau hubungan cewe itu dan dion itu apa . Tanpa sepengetahuan ku sebelumnya, ternyata.... Cewe itu adalah kaka tingkat dion , sudah lama cewe itu dekat dengan dion . Tapi teman teman dion juga tidak tau hubungan mereka berdua apa . Apakah pacaran atau hanya teman biasa , dengan hati yang sangat kecewa aku memberanikan diri untuk bertemu langsung dengan cewe itu .
Ya esoknya aku datang kembali ke kampus dion , langsung menemui cewe itu . Di situ aku bertem dengannya dan langsung saja aku ajak bicara .
"Sory ka, kk tingkat brp?" Tanyaku dengan basa basi.
"Oh ,tingkat 7. Kayaknya gue gak pernah liat lo disini . Anak baru?" Tanyanya.
"Aku bukan kuliah disini , kakak punya hubungan apa dengan dion ?"  Tak sabar aku menahan emosi , aku lansung to the point bertanya padanya .
"Siapa sih lo nanya nanya gitu ? Gue cewenya dion . Knp ?" Dengan nada tingginya cewe itu bicara.
"Ohh padahal aku dan dion baru putus kemaren . Makasih ka"
Dengan semua rasa sakit yang aku pendam ,aku beranjak pergi dari tempat itu . Kesal,kecewa,sedih, semua jadi satu . Kenapa dion setega itu padaku , didepan ku dia menutupi semuanya . Dia mempunyai wanita lain di belakangku , dia membohongi aku , ternyata orang yang aku lihat saat sore itu benar dion dan cewe itu . 
Sungguh sakit yang aku rasakan .
Namun apa yang bisa aku perbuat ? Mau aku marah marah sekalipun aku sudah putus dengannya .
Ini yang namanya cinta ? Ini yang disebut bertahan ? 4 tahun aku coba bertahan dengannya, 4 tahun aku belajar untuk berubah hanya untuknya . Semuanya ?? Balasan untuk ku apa ?
Cinta itu memang hal yang paling aneh , ketika aku menggenggamnya begitu erat dia bisa hancur , tetapi jika aku menggenggamnya dengan lemah dia bisa lepas . 
Entah apa lagi yang akan aku perbuat , aku sudah terlanjur kecewa dengannya . Tapi untuk apa aku membencinya ? Untuk apa aku balas dendam ? 
Hari hari berikutnya mungkin akan aku lewati begitu berat , aku harus kuat jika melihat dia sudah lebih dulu bahagia dengan orang lain .

Satu bulan sudah aku lewati tanpanya , meski masih ada sisa kenangan yang masih tersimpan . Memang tak semudah itu aku melupakannya. Sore ini , waktuku untuk siaran lagi . Hari ini waktunya curhat cinta bareng pendengar setia radioku .
"Selamat sore pendengar radio cinta fm , kembali lagi sore ini dengan agnez untuk cerita cerita tentang kisah cinta kalian . Yang mau curhat , yang mau berbagi pengalaman , atau yang mau menyatakan cintanya bisa tlp ke no tlp ini"
Sore ini ada salah satu pendengar radio yang mau cerita tantang kisah cinta nya , namanya bayu .
"Selamat sore mba agnez, saya bayu dari ciater, Saya mau cerita sekaligus minta maaf untuk mantan saya lewat moment ini . Mudah mudahan mantan saya mendengarnya.
" oke bayu di ciater , boleh nih mau cerita apa?"
" gini mba , sekitar satu bulan yang lalu saya baru putus dengan mantan saya , kita sudah pacaran hampir 4 tahun . Kita putus karena saya sudah tidak sanggup lagi dengan sikapnya yang keras , disisi lain ada wanita yang dekat dengan saya ketika hubungan kami lagi di ujung tanduk . Saya merasa sedikit nyaman dengan wanita ini , oleh sebab itu saya memutuskan untuk berhenti menjalin hubungan dengan mantan saya . Karena saya fikir saya sudah tidak cocok lagi dengannya ."
" lalu bay? " tanya ku dengan penuh penasaran , karena entah mengapa hal yang di ceritakan bayu hampir mirip dengan kisahku.
" iyaa, setelah saya putus saya memang menjalin hubungan dengan wanita ini . Tetapi , wanita ini ternyata tidak lebih baik dari mantan saya . Tidak senyaman dulu waktu saya menjalin hubungan , bahkan sikapnya lebih buruk lagi . Saya tau saya salah besar, saya telah menyakiti dan membohongi mantan saya ini . Saya berusaha mencari yang sempurna, tetapi di dunia ini memang tidak akan ada yang sempurna . Dia mau bertahan dengan saya , tetapi dahulu saya memilih menyerah . Penyesalan memang datang belakangan , oleh karena itu lewat cerita cinta ini saya mau minta maaf jauh dari lubuk hati saya yang paling dalam . Maafin aku agnez ,aku memang pria yang jahat untu kamu . Dion" dan telepon itu putus . 
Seketika air mataku jatuh tak terhankan , bayu yang barusan telepon itu ternyata bukan bayu , dia dion .


Cinta itu memang aneh , awalnya kita mengejarnya dengan susah payah , ketika kita sudah mendapatkannya kita lupa . Atau bahkan sekalinya kita sudah memilikinya kita ingin memiliki cinta yang baru . Ketahuilah cinta itu hanya ada satu , kalaupun kamu merasa mempunyai cinta yang lain , itu tidak abadi . Itu bukan cinta sejati , itu hanya rasa kagummu . 
Cinta memang aneh , ketika kita berusaha mempertahankannya terkadang dia pergi begitu saja.
Bukan tentang siapa yang mengakhiri cinta , tetapi tentang siapa yang menyesal akhirnya .
Bukan tentang siapa yang paling sempurna, tetapi tentang siapa yang mau berubah menjadi sempurna .
Bukan tentang siapa yang paling cinta , tetapi tentang siapa yang masih mau bertahan .

End